Masyarakat Indonesia pada dasarnya memang menyukai makanan dengan cita rasa pedas. Khususnya adalah makanan-makanan khas tanah melayu yang tidak bisa dilepaskan dari pemakaian bumbu yaitu cabe. Tentunya cabe sendiri bukanlah rempah yang sulit untuk dijumpai, karena di pasaran mudah untuk mendapatkannya, bahkan tak jarang harganya juga sangat murah. Cabe ini sendiri cukup banyak jenisnya, diantaranya adalah cabe rawit yang punya cita rasa pedas.

Apa Itu Cabe Rawit?

Sebelumnya penting sekali bagi Anda untuk mengenal cabe rawit, yaitu tanaman dengan nama ilmiah Capcisum frutescens L, ia merupakan tanaman perdu yang berasal dari wilayah Amerika tropik, dimana dulunya ia memang tumbuh liar. Sampai sekarang ini banyak dibudidayakan dan juga termasuk sebagai sumber penghasilan bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Buah cabe rawit ini sendiri memang memiliki cita rasa yang relatif pedas jika dibandingkan dengan buah cabe jenis lainnya, meskipun untuk ukuran terbilang kecil.

Jenis-Jenis Cabe Rawit

Jika Anda melihat di pasaran, maka cabe rawit ini sendiri jenisnya juga banyak, dimana berbeda jenis maka akan berbeda rasa dan pemakaian, yaitu:

  1. Cabe rawit hijau, jenis cabe rawit yang satu ini cukup mudah untuk dijumpai di pasaran, ia punya warna khas yaitu hijau tua, rasanya sendiri cenderung pedas, namun ada sensasi pahit, sehingga kurang cocok dijadikan sebagai bumbu dapur. Ia lebih banyak digunakan sebagai tambahan atau pelengkap ketika makan gorengan.
  2. Rawit merah, ia dikenal juga sebagai rawit setan karena punya cita rasa yang sangat pedas, bahkan dalam pemakaiannya untuk sambal sendiri tak jarang dicampur dengan menggunakan cabe merah besar untuk mengurangi tingkat kepedasannya yang tinggi.

Tips Memilih Cabe Rawit Yang Bagus

Penting juga bagi Anda untuk setidaknya mengetahui bagaimana cara memilih cabe rawit bagus di pasaran, yaitu:

  1. Perhatikan warnanya, pilihan cabe yang warnanya terang dan belum ada bagian yang kering, ini menunjukkan bahwa cabe tersebut masih segar. Cabe yang kusam menandakan bahwa ia masih muda sehingga cita rasanya tidak terlalu pedas.
  2. Perhatikan bentuknya, cabe yang bagus punya bentuk cenderung lurus, sedangkan yang melengkung-lengkung biasanya kurang begitu pedas.
  3. Sebaiknya hindari membeli cabe yang dicampur antara produk yang lama dan baru, hal ini akan menyebabkan cabe tersebut lebih mudah busuk. Karena sering kali pedagang memberlakukan hal tersebut dengan alasan agar nantinya cabe mereka cepat laku, termasuk stok lama, padahal sebenarnya hanya akan menurunkan kualitas dari cabe yang masih segar.
  4. Cek bagian tangkainya, cabe yang masih segar umumnya memiliki tangkai yang masih hijau segar juga, sebaliknya ketika sudah lama maka bagian tangkainya tersebut sudah kering, bahkan juga tak jarang yang tangkainya sudah copot.

Hidangan memang akan terasa makin nikmat ditambah dengan cabe, namun jangan berlebihan juga karena bisa menyebabkan sakit perut. Kini untuk berbelanja bumbu dapur, termasuk diantaranya adalah cabe ini sendiri bukan hal yang sulit. Karena Anda bahkan bisa membelinya secara online, yaitu lewat TaniHub, sebuah platform ecommerce berbasis aplikasi yang fokusnya adalah untuk menjual bahan kebutuhan dapur. Mereka sudah menjalin kerjasama dengan para petani lokal yang ada di Indonesia, sehingga menjamin kualitas produk yang ditawarkan juga tetap segar, karena langsung dari hasil panen mereka dan dikirimkan kepada konsumen. Sehingga tak perlu ragu belanja disini.

By Sekar